Ning Harmanto
Bisnis Jamu Yang Mendunia
Di kancah bisnis herbal, nama Ning Harmanto memang sudah sangat dikenal. Namanya identik dengan Jamu Mahkota Dewa, yang juga sangat fenomenal. Jamu Mahkota Dewa, yang diracik dari tanaman Mahkota Dewa, orang menyebutnya Tanaman Simalakama (Melayu), Makutadewa, Makuto Mewo, Makuto Ratu, Makuto Rojo (Jawa), atau yang sering dalam nama latin botani disebut Simplisia Phaleriae Fructus (buah mahkota dewa), yang sebelumnya hanyalah tanaman pekarangan yang tidak banyak manfaatnya, karena dianggap beracun, kini menjadi komoditas tinggi dan banyak dicari.
Bermula Dari Kegiatan Kelompok Tani
Perjumpaan Ning dengan Mahkota Dewa ini, bermula dari kesibukannya bersama teman-temannya, sejak tahun 1999 yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani Bunga Lili, Jakarta. Kelompok Wanita Tani Bunga Lili, yang diketuai Ning, termasuk aktif membuat berbagai ramuan herbal, termasuk ramuan herbal yang terbuat dari tanaman Mahkota Dewa.
Ramuan herbal ini dibuat Ning ini tentu saja berdasarkan berbagai literatur yang ia baca selama ini. Dalam salah satu literatur itu disebutkan, bahwa tanaman dan buah Mahkota Dewa berkhasiat menghilangkan gatal (antipruritus) dan antikanker karena dalam ekstrak buah mahkota dewa terdapat senyawa lignan yang termasuk dalam golongan polifenol dan senyawa syringaresinol, yang berpotensi sebagai zat anti kanker.
Dikelola Secara Unik
Hal yang menarik dari Ning Hermanto adalah cara mengembangkan bisnis Mahkota Dewa ini yang relative sangat unik. Pertama ia mampu mensinergikan berbagai potensi promosi, mulai dari aktif mengikuti berbagai pameran herbal, pameran flora dan fauna, hingga aktif ke berbagai pertemuan. Maka jangan heran jika hampir semua media massa besar nasional, dari media cetak hingga elektronik pernah mempublikasikannya. "Perusahaan kami masih imut-imut kalau tidak unik tidak akan terlihat. Kami harus terlihat unik, baik dari segi produk, dan cara pemasarannya," ujar istri Ir Harmanto yang juga penulis 7 buku, semuanya tentang Mahkota Dewa ini.
Ning juga tak segan-segan 'turun gunung', untuk secara aktif melakukan demonstrasi dan memberi konsultasi kepada para pelanggan dan pasiennya yang sebagian besar sudah banyak yang 'patah arang' karena sebab berbagai penyakit yang belum dapat disembuhkan.
Fokus dan Serius
Dalam perkembangannya, Ning Harmanto mengembangkan berbagai produk yang berbasis bahan baku Mahkota Dewa. Bahkan kini sudah ada 13 produk, semuanya serba Mahkota Dewa. Produk-produk tersebut antara lain, aneka produk herbal dalam bentuk instant, racikan, kapsul, obat luar minyak, shampoo, bedak krim, serta produk-produk yang lain kurang lebih ada 53 macam seperti teh celup dan bumbu masak herbal. Semuanya selalu ada unsur Mahkotadewa.
Ning Harmanto yang selalu berpakaian dan bertopi ungu. Ini merupakan upayanya agar pelanggan lebih mudah mengenalnya dan ia termasuk pewirausaha yang mampu menciptakan brand image, personal branding secara apik. Ia juga sadar, bahwa langkah-langkahnya, yang berkaitan dengan Mahkota Dewa harus dapat ditunjang secara keilmuan dan ilmiah sehingga beberapa buku tentang Mahkota Dewa ditulisnya, melakukan kerjasama dengan berbagai universitas, serta lembaga penelitian.