Hanya 1% dari sampah plastik yang bisa didaur ulang. Sampah plastik juga membutuhkan waktu 500-1000 tahun untuk dapat terurai.
FASILITAS DEXTON
Newsletter dan Ebook Bisnis Gratis tentang
Peluang Bisnis, Manajemen Usaha, Sukses
Berkarir, Business Sharing, dll.
If you arrived at this site as the result of an unsolicited email, please report it to:
Copyright©2007 ADEXINDO. All rights reserved
Diperbolehkan untuk mempublikasikan kembali artikel-artikel Dexton Indonesia
DENGAN SYARAT mencantumkan link sumber artikel seperti berikut
saatnya berbisnis mandiri
Pertumbuhan ekonomi Indonesia
pada triwulan I/2008
dibandingkan triwulan IV/2007,
yang diukur dari kenaikan PDB
meningkat sebesar 2,1 persen (q-to-q).
Pertama Kali, Bank Asing Kucuri UMKM
Bank Indonesia (BI) akan memfasilitasi pelaksanaan linkage program antara 20 bank umum dengan 110 BPR senilai Rp979 miliar. Bahkan untuk kali pertama kali diikuti oleh salah satu bank asing HSBC yang menyalurkan dana sebesar Rp675 juta untuk tiga BPR. Ekonom BNI Ryan Kiryanto mengatakan, kebijakan BI tersebut bisa mendorong bergeraknya sektor riil melalui segmen UMKM. Dalam kondisi sulit seperti ini, UMKM sangat piawai dalam menyikapinya sehingga memiliki daya tahan yang baik. Namun, di satu sisi penyaluran kredit melalui mekanisme ini akan rentan terhadap bunga kredit yang tinggi.
"Soal suku bunga, umumnya pengusaha tidak mempersoalkan karena usahanya memiliki margin yang tinggi sehingga bisa menutup pembayaran bunga. Meski demikian, bank tetap harus prudent dan selektif dalam membidik UMKM maupun sektor usahanya. Lebih baik lagi kalau langkah ini disertai dengan kerjasama BI, bank umum maupun lembaga penjamin kredit (Askrindo dan Sarana Pengembangan Usaha)," paparnya.Sumber: bisnis.com
Indonesia Produsen Budidaya Perikanan
Terbesar Ketiga Dunia
Kapanlagi.com - Indonesia merupakan negara produsen akuakultur (budidaya perikanan) terbesar ketiga di dunia setelah China dan India dengan produksi 2,7 juta ton per tahun.
Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) Yusuf Faishal, mengatakan peringkat pertama produsen akuakultur adalah Cina dengan 32,4 juta ton per tahun disusul India dengan 2,8 juta ton per tahun.
"Potensi perikanan di Indonesia sebenarnya lebih hebat dibandingkan dua negara tersebut, tapi potensi itu hingga kini belum dioptimalkan secara baik," ujarnya. Ia menyebutkan produksi perikanan Cina cukup tinggi padahal panjang garis pantainya maupun sungai yang ada di sana masih kalah dengan negara kita. Karena itu potensi perikanan di Indonesia yang cukup banyak perlu dikembangkan lagi secara optimal.Sumber: Kapanlagi.com